Pembangunan Lamban, Ini Penjelasan Bupati dan Wabup Kuansing

Sabtu, 17 Nov 2018 - 10:44:00 WIB
Dibaca 160 Kali

TELUK KUANTAN - SENUJU.COM : Bupati H Mursini dan Wabup H Halim menjelaskan berbagai permasalahan pemerintahan dan pembangunan yang dipertanyakan pemuka adat serta tokoh masyarakat Kenegerian Teluk Kuantan.

Penjelasan itu disampaikan langsung Bupati H Mursini dan Wabup H Halim di depan para pemuka adat dan tokoh masyarakat dalam pertemuan lanjutan yang di gelar di Ruangan Multimedia, Kantor Bupati Kuansing, Jumat (16/11/2018) pagi kemaren.

Dalam pertemuan pertama, saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, pemuka adat dan tokoh masyarakat Kenegerian Teluk Kuantan mempertanyakan diantaranya kelanjutan pembangunan Tiga Pilar dan bangunan Pasar Atas yang terbengkalai.

Saat menjelaskan permasalahan Tiga Pilar, Bupati Mursini mengatakan untuk pembangunan Gedung Uniks, pemerintah telah melakukan langkah-langkah beberapa  alternatif pemanfaatan seperti hibah, pinjam pakai atau kerja sama pemanfaatan.

Untuk konsep pemanfaatan tersebut, Bupati Mursini mengatakan pemerintah daerah masih melakukan pembahasan dengan mempertimbangkan proses pembangunan sebelumnya, kondisi dan fasilitas bangunan serta memperhatikan berbagai peraturan perundang-undangan.

Terkait dengan pembangunan Hotel,  Bupati H.Mursini menjelaskan pemerintah daerah telah melakukan pembayaran terhadap hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh pihak ketiga berdasarkan hasil audit. Namun kata Mursini hasil pekerjaan tersebut belum memadai untuk memfungsikan bangunan hotel.

Tidak itu saja, Bupati H Mursini juga menambahkan kerusakan yag terjadi pada bangunan mengharuskan pemda melakukan review perencanaan untuk mendapatkan landasan proses pembangunan lebih lanjut. 

"Harus ada pembangunan lanjut untuk bisa memfungsikan hotel. Untuk itu harus dilakukan review perencanaan," kata Bupati Mursini.

Saat menjelaskan Pasar Modern, Bupati H.Mursini mengatakan pembayaran Pasar Modern belum tuntas. Saat ini katanya baru dalam proses pembayaran. Untuk memfungsikannya tentu perlu pula perbaikan untuk kelengkapan fasilitas. Namun selain itu, pemerintah perlu pula mempertimbangkan berbagai aspek hukum agar tidak menimbulkan masalah dibelakang hari.

Sementara itu, saat menjelaskan permasalahan Pasar Atas yang terbengkalai, Bupati Mursini mengatakan pembangunan Pasar Atas adalah bentuk kerja sama masyarakat pemegang HGB dengan Investor,  peran pemerintah hanya sebagai pengendali dalam penataan bangunan. Dalam perjalanan, pekerjaan investor terhenti karena alasan teknis.

Menurut Bupati Mursini, masalah menjadi semakin komplek ketika HGB yang dipegang pemilik ruko sudah berakhir masa berlakunya. Tambah lagi selama ini Pemerintah Kuansing melalaikan pengalihan aset dari Inhu ke Kuansing. "Masalah aset, kini pemerintah daerah tengah berupaya dan masalahnya hampir tuntas," kata Mursini.

Sementara itu, Wabup HHalim mengurai berbagai permasalahan yang dihadapi pasangan MH dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan. Menurut Wabup H Halim, sejak dilantik Juni 2016, Pemerintahan MH hanya membayar hutang pemerintahan sebelumnya. Mulai dari dana sertifikasi guru hingga hutang tiga pilar dan lainnya yang nilainya ratusan milyar rupiah.

"Kami selama ini hanya membayar hutang pemerintahan sebelumnya. Lantas bagaimana kami mau menggesakan pembangunan," sesal Wabup H Halim.

Tambah lagi, kata Wabup Kuansing ini, saat ini kondisi keuangan daerah di seluruh wilayah di Indonesia sangat terbatas. Begitu juga kondisi keuangan negara juga sangat memprihatinkan. Namun demikian menurut H Halim dalam kondisi seperti itu, Pemerintahan MH masih bisa melaksanakan pembangunan.

"Kondisi keuangan sulit, tambah lagi sebagian besar dana daerah terserap untuk membayar hutang pemerintahan sebelumnya. Nyatanya kami masih tetap membangun," tutup H Halim. (***)


Laporan : Pedri




TAG :
tinggalkan komentar
berita terkait
INHIL, Senuju.com - Anjloknya harga kelapa yang tak berimbang lagi terhadap kubutuhan pokok turut menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kabupaten Indragiri Hilir yang membidangi masalah kesehatan, ...
KUANSING, Senuju.com - Menjelang akhir tahun 2018 dan menyambut perayaan Natal, permintaan terhadap sembako di kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) biasanya terjadi peningkatan, namun peningkatannya tidaklah ...
TELUK KUANTAN - SENUJU.COM : Setelah menjalankan tugasnya sebagai ASN selama lebih kurang 32 tahun, tepat 1 Desember mendatang, H Argausman akan mengakhiri masa tugasnya.Argausman ...
INHIL, Senuju.com - Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Muhammad Wardan dan H Syamsuddin Uti menyampaikan Visi dan Misi pembangunan periode 2018-2023 dalam rapat Paripurna ...

Bantuan Beras Rastra di Ganti Dengan BPNT

Kamis, 22 Nov 2018 - 15:29:00 WIB
TELUK KUANTAN - SENUJU.COM : Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) melakukan Lounching program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa ...

KABAR TERKINI


bergabung disini
KABAR POPULER
© 2017 SENUJU.COM - ALL RIGHTS RESERVED