Tahun 2019 Kuansing Terima DAK Untuk Operasional Tera Senilai Rp750 Juta dari Pusat

Rabu, 14 Nov 2018 - 08:04:00 WIB
Dibaca 271 Kali

TELUK KUANTAN - SENUJU.COM : Dinas Koperasi dan Perdagangan (Kopindag) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau, di tahun 2019 akan menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Direktorat Meroteologi Kesutan pusar sebesar Rp750 juta.

Bantuan dari pemerintah pusat ini bertujuan untuk pengadaan satu mobil operasional alat uji timbangan (Tera) lengkap besera dengan isinya.

"Alhamdulillah, Kuansing akan mendapat dana DAK dengan anggaran yang luar biasa Rp750 juta, hal ini kita dapat sewaktu kita ke Bandung, pada Jum'at (9/11/2018) lalu," kata Azhar Ali kepada Senuju.com, Rabu (14/11/2018).

Jelas Azhar, selama ini Kabupaten Kuansing belum punya kewenangan untuk melakukan uji tera atau tera ulang, hal ini disebabkan kita belum punya tenaga tera dan peralatan tera.

Namun, untuk saat ini kita sudah memiliki satu orang tenaga yang sudah mempunyai sertifikat untuk melakukan tera.

"Jadi dalam rangka perlindungan konsumen menyangkut dengan uji tera atau tera ulang kita masih bekerjasama dengan Kota Pekanbaru, namun kedepanya kita sudah bisa lakukan di Kuansing sendiri," cetus Azhar.

Banyak hal yang bisa kita uji, jika kita sudah memiliki peralatan Tera ini, seperti menguji timbangan, Timbangan sawit, timbangan jembatan timbang sawit, meteran SPBU, timbangan gota, dan timbanban duduk.

Alhamdulillah kata Azhar, dari hasil kunjungan kita ke direktorat metrologi Kabupaten Kuantan Singingi untuk tahun 2019 mendapat bantuan dana DAK untuk bantuan peralatan Tera sebesar Rp750 juta dan untuk pengadaan mobil operasional Tera Rp750 juta, tutup Azhar.

Agen Elpiji Nakal akan Ditindak Diskopindag.

Banyaknya penjual gas elpiji 3 kilogram yang menyebar di Kabupaten Kuansing membuat Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan Usaha Kecil dan Menengah Kuansing, membuat Drs Azhar MM mulai khawatir. Pasalnya, harga yang ditetapkan penjual sangat jauh berbeda.

"Kita akan tindak agen yang nakal. Sebab, yang kita takutkan agen ini yang bermain dilapangan. Tujuannya, memberikan harga pasti ke masyarakat. Dengan begitu, penjual tidak bisa menjual elpiji sesuka hatinya. Kalau terbukti, kita akan beri sanksi," ujar Azhar kepada Senuju.com, Rabu (14/11/2018).

Menurut Azhar, persoalan tingginya harga elpiji dibeberapa daerah di Kuansing, tidak terlepas dari penyaluran elpiji yang tidak tepat sasaran. Sehingga pedagang yang tidak terkoordinir tersebut bisa menaikan harga sesuka hatinya. "Nah, ini yang membuat elpiji langka. Ketika langka, harga pasti akan melambung," kata Azhar.

Azhar melanjutkan, harga elpiji belakangan ini cenderung stabil. Namun, pihaknya selalu antisifasi dengan cara menertibkan agen dan para pedagang dipasaran. "Sampai saat ini belum ada laporan terkait harga dan kelangkaan gas elpiji 3 kg. Kalau selisih harga hingga dua ribu, saya rasa masih wajar, apalagi daerah terpencil," kata Azhar. 

Demi Tertipakan Pedagang, Disperidag Akan Panggil Pedagang Taman Jalur.

Program Dinas Perdagangan dan Koperasi Kuansing akan menertipakan para pedagang yang berada di taman jalur akan segra di realisasikan. Pasalnya Kadis Perindag akan memanggil pedagang yang berada di taman jalur.

Hal ini di sampakam oleh Kadis Perindag Kuansing, Azhar Ali MM kepada Senuju.com, Rabu (14/11/2018) di ruang kerjanya, "kita akan segera memanggil para pedagang yang ada di taman jalur, dengan tujuan yakni untuk melakukan penertipan para pedagang yang berada di taman jalur tersebut," kata Azhar Ali.

Kata Azhar, bukan itu saja, kita selaku dinas terkait akan kita data nantiknya, guna mengetahui berapa jumlah pedagang yang ada di taman jalur tersebut.

"Ini juga bertujuan untuk menentukan titik dagang, sehingga nantiknya para pedagang tidak berantakan lagi dan enak di lihat nantikanya," ungkap Azhar.

Sambung Azhar, Disperindag juga telah merencanakan pembuatan kartu anggota pedagang, agar para pedagang itu teratur kedepannya. Sehingga bagi pedagang yang baru agar melapor ke dinas terkait, agar bisa gampang mendata.

"Ini bertujuan agar para pesagang yang baru tidak masuk se enaknya kika ingin berjualan di sana," pungkasnya. (***)


Advetorial Pedri




TAG :
tinggalkan komentar
berita terkait
INHIL, Senuju.com - Anjloknya harga kelapa yang tak berimbang lagi terhadap kubutuhan pokok turut menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kabupaten Indragiri Hilir yang membidangi masalah kesehatan, ...
KUANSING, Senuju.com - Menjelang akhir tahun 2018 dan menyambut perayaan Natal, permintaan terhadap sembako di kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) biasanya terjadi peningkatan, namun peningkatannya tidaklah ...
TELUK KUANTAN - SENUJU.COM : Setelah menjalankan tugasnya sebagai ASN selama lebih kurang 32 tahun, tepat 1 Desember mendatang, H Argausman akan mengakhiri masa tugasnya.Argausman ...
INHIL, Senuju.com - Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Muhammad Wardan dan H Syamsuddin Uti menyampaikan Visi dan Misi pembangunan periode 2018-2023 dalam rapat Paripurna ...

Bantuan Beras Rastra di Ganti Dengan BPNT

Kamis, 22 Nov 2018 - 15:29:00 WIB
TELUK KUANTAN - SENUJU.COM : Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) melakukan Lounching program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa ...

KABAR TERKINI


bergabung disini
KABAR POPULER
© 2017 SENUJU.COM - ALL RIGHTS RESERVED