Polda Riau Belum Panggil Sariantoni

Senin, 8 Okt 2018 - 08:23:00 WIB
Dibaca 68 Kali

PEKANBARU - SENUJU.COM : Terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan hasil panen warga di  Kabupaten Rokan Hilir, saat ini masih berlanjut.

Kuasa hukum koperasi KSB, Abu Bakar Sidik, mengatakan, tidak ada alasan bagi Polda Riau untuk menahan Sariantoni, yang diduga telah menipu dan menggelapkan hasil panen warga Rohil.

"Dari apa yang saya lihat, tidak ada alasan lagi untuk Polda Riau menetapkan Sariantoni sebagai tersangka," kata Abu Bakar, Senin (8/10/2018).

Sambung Abu Bakar menjelaskan, terkait kasus itu sendiri sudah memiliki dua alat bukti yang cukup kuat, namun, pihak dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, belum juga menetapkan yang diduga, Sariantoni sebagai tersangka.

"Saksi-saksikan sudah dipanggil, baik itu warga ataupun pihak koperasi, nunggu apalagi," ujarnya.

Hingga saat ini, kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan yang diarahkan kepada yang diduga Sariantoni, masih berproses di Direskrimum Polda Riau.

Selaku kuasa hukum koperasi KSB, ia menyoroti lambatnya pemanggilan untuk anggota dewan Rokan Hulu (Rohul). Menurutnya sejauh ini proses perkara ini cukup panjang.

Diketahui, dua alat bukti yang dinilainya sudah cukup ini, antara lain sudah ada beberapa orang saksi, baik dari pihak pengurus hingga masyarakat sudah dipanggil untuk diperiksa dan dimintai keterangannya.

Kedua, urainya, sudah ada surat dari PT Torganda diserahkan ke Polda. "Surat itu dengan jelas menyatakan, PT Torganda telah menyerahkan hasil kebun kepada Koperasi Karya Perdana yang diketuai Sariantoni, Karya Perdana tidak menyerahkan ke Koperasi KSB," tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Hadi Purwanto memastikan bakal memeriksa Sariantoni untuk dimintai keterangannya. Pemeriksaan terhadapnya, dilakukan untuk mengetahui posisi dan letak lokasi lahan yang jadi permasalahan.

"Sedang kita upayakan pemanggilan terhadap Sariantoni, untuk mengetahui posisi dan letak daripada lokasi (Lahan, red)," kata Dirkrimum Polda Riau Kombes Hadi Purwanto.

Untuk diketahui, kasus ini telah berjalan sejak 2009 hingga 2018 dan sempat dihentikan penyidikannya atau SP3 oleh penyidik Polda Riau. Dalam Laporan Polisi No STPL/520/X/2016/RIAU/SPKT Tanggal 10 Oktober 2016.

Dimana dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan hasil panen sawit milik warga Rohil, turut menyeret nama seseorang yakni Sariantoni alias Isar.

Sariantoni sendiri diketahui selaku mitra kerja koperasi masyarakat untuk menggarap lahan pertanian kelapa sawit. Namun seiring berjalannya waktu, ia melakukan kerjasama kembali dengan pihak lainnya. Yakni PT. Torganda.

Kasus ini, telah berjalan semalam 9 tahun sejak 2009 hingga 2018. Ia diduga telah menggelapkan dan penipuan terhadap hasil pertanian kebun kelapa sawit hak rakyat Rohil. (***)


Laporan : Dermawansyah




TAG :
tinggalkan komentar
berita terkait
PEKANBARU - SENUJU.COM : Penyidik Subdit ll Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, akan memanggil Jony Boyok, yang diduga telah melakukan pencemaran nama baik ...
PEKANBARU - SENUJU.COM : Selama empat bulan, ratusan karyawan pekerja pabrik karet PT. Riau Crumb Rubber Factory (Ricry), belum mendapatkan gaji.Berbagai upaya telah dilakukan ratusan ...
PEKANBARU - SENUJU.COM : Kejaksaan Agung menilai baik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, se - Indonesia, antar Kejaksaan tipe A, yang tertuang didalam surat Pidsus Jaksa ...
PEKANBARU - SENUJU.COM : Diduga supir mengantuk, sebuah mobil pengangkut bahan bakar minyak (BBM) pertamina mengalami kecelakaan di Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru tepatnya di Fly ...
PEKANBARU - SENUJU.COM : Terkait kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Ustad Abdul Somad (UAS), saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus ...

KABAR TERKINI


bergabung disini
KABAR POPULER
© 2017 SENUJU.COM - ALL RIGHTS RESERVED