Ketika Gubernur Hadir di Equator Festival Budaya Rantau Kampar Kiri

Sabtu, 9 Des 2017 - 20:45:39 WIB
Dibaca 652 Kali

GUBERNUR Riau, H Arsyadjuliandi Rachman menghadiri Equator Festival Budaya Rantau Kampar Kiri, di Pelataran Tugu Khatulistiwa Lipatkain Selatan, Sabtu (9/12/2017).

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kementrian Pariwisata (Kemenpar) yang bekerjasama dengan Komunitas Bengkel Seni Rantau Kampar Kiri (RKK) yang sukses memuaskan hati pengunjung Festival Equator 2017.

Raut wajah puas terlihat dari wajah pengunjung Festival Equator 2017 yang digelar di wilayah Kampar Riau, Pekanbaru. Sebab, menu yang disajikan di destinasi wisata ini sangat mengakomodir kebutuhan relaksasi berbagai latar belakang masyarakat. Bukan hanya mengeksplor rasa melalui keindahan alam, sensasi adrenalin, bahkan kenikmatan kuliner khasnya saja, tapi festival ini memiliki space khusus untuk menyalurkan hobi. Wajar apabila anemo masyarakat pun sangat tinggi.

Berada tepat di bawah garis equator, pengunjung festival ini langsung disuguhi beragam stand pameran potensi budaya dan kerajinan di Bumi Melayu tersebut. Meski sangat dekat dengan keseharian mereka, masyarakat Kota Pekanbaru dan sekitarnya terlihat aktif menyimak berbagai informasi yang diberikan. Mengunjungi stand kerajinan tangan, sikap serupa pun ditunjukan. Mereka hanya sekedar bertanya sampai mengeluarkan bujet untuk membawa pulang barang seni tersebut.

“Respons dan anemo masyarakat memang luar biasa. Kami sangat senang setelah melihat bagaimana mereka tampak menikmati beragam rangkaian acara yang diberikan. Kondisi ini tentu menjadi modal bagus bagi industri pariwisata Riau dan artinya roda perekonomian berjalan sesuai harapan,” ungkap Gubernur Riau.

Festival Equator 2017 juga memberikan game seru berupa Lomba Kuliner ‘Kicau Kalamai’. Bagi mereka yang piawai menyulap berbagai bahan baku menjadi makanan khas yang nikmat dan unik, apresiasi pun langsung diberikan. Atau, mereka yang menyukai dan menggeluti dunia fashion, langsung ambil bagian dalam Fashion Show Pakaian Tradisi. Memiliki kultur Melayu kuat, Riau memiliki beragam jenis baju adat yang terbagi menurut penggunaannya mulai dari upacara adat sampai busana keseharian mereka. Pengunjung yang membawa seluruh anggota keluarganya mencoba Senam Kompak Anak dan Ibu.

.

“Jumlah kunjungan wisatawan ke Riau secara umum positif. Dari Festival Equator 2017 ini, tentu kami akan melakukan evaluasi dan terus memberikan support agar tahun depan lebih baik lagi sehingga jumlah pengunjung semakin banyak.” terangnya.

Selain busana, Riau juga identik dengan beragam lagu-lagu daerahnya dengan nuansa kental Melayu. Bukan hanya bagi masyarakat Melayu, masyarakat Indonesia secara umum juga cukup familiar dengan lagu-lagu seperti Seroja, Tuanku Tambusai, Lancang Kuning, Tanjung Katung, Selayang Pandang, atau Soleram. Untuk wilayah Kampar juga memiliki lagu Melayu terkenal diantaranya Kutang Barendo dan Moncik Badasi.

Setelah berdendang ala Melayu, pengunjung menikmati petualangan. Yap, Touring Explorer 2017 jadi menu yang ditunggu oleh Komunitas Fortune dan Pajero Pekanbaru. Sebab, tawaran destinasi yang ditawarkan sangat menarik karena melintasi tujuh destinasi wisata terkenal sekaligus. Diikuti sedikitnya 50 mobil, para pecinta otomotif pun diajak menikmati beragam keindahan budaya yang dimiliki Riau, seperti Tugu Equator Lipat Kain dan Istana Raja Gunung Sahilan sampai mengunjungi leluhur Makam Syech Burhanudin Kuntu. Selain menikmati wisata situs budaya, anggota komunitas pun menyatu dengan alam.

.

Kebun Jeruk Manis dan Madu Lebah Lubuk Cimpur pun memberikan sensasi tersendiri. Sebab, para pengunjung bisa mengusir penat dengan menikmati rasa buah segar atau memulihkan stamina dengan meminum madu lebah yang 100% terjamin keasliannya. Energi dan pikiran segar semakin lengkap kala menapaki pesona keindahan alam dan budaya milik Kampung Koto Tuo Kuntu, Kampung Tuo Padang Sawah, juga Alam Pulau Gema Rimbang.

Destinasi Tugu Wisata Equator memang unik karena dikelilingi oleh bentang alam yang rupawan. Kepala Desa sekaligus Tokoh Agama dan Masyarakat Lipat Kain Selatan Hanharli menjelaskan, banyak paket wisata yang bisa dijual dari wilayah di sekitar Tugu Wisata Equator.

Melihat banyaknya potensi keindahan alam dan wisata di wilayah Riau dan sekitarnya, Kemenpar pun berjanji akan terus melakukan pendampingan hingga destinasi-destinasi wisata itu semakin bergema ke seluruh nusantara juga dunia. Kabag Kepegawaian Hukum dan Umum Sekretariat Deputi P3N Kementerian Pariwisata Ida Fahmiwati pun menganjurkan, agar setiap event yang menjadi destinasi wisata tetap memperhatikan content acara, kemudahan komunikasi termasuk aksesibilitas, juga biaya yang terjangkau tapi memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Inovasi memang diperlukan agar Festival Equator di Kampar semakin eksis dan bisa tumbuh menjadi salah satu pilar besar penyangga industri pariwisata di Indonesia.(adv/yan)


tinggalkan komentar
berita terkait
INHIL, Senuju.com -Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) berupaya melakukan evakuasi terhadap seekor harimau sumatera yang terjebak di lorong ruko di pasar Desa ...
INHIL, SENUJU.com - Musibah tanah longsor terjadi di Kelurahan Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragri Hilir- Riau. Peristiwa tersebut terjadi pada selasa (13/11/2018) dini hari ...
TELUK KUANTAN - SENUJU.COM : Kabupaten Kuantan Singingi memiliki potensi wisata yang cukup besar dan tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan objek wisata dari Provinsi ...
TELUK KUANTAN - SENUJU.COM : Belasan masyarakat Desa Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan menemukan satu lagi objek wisata tanpa disengaja. Penemuan objek wisata air terjun ...

Perahu Baganduang Masuk Nominasi API

Selasa, 9 Okt 2018 - 15:14:00 WIB
TELUK KUANTAN - SENUJU.COM : Setelah beberapa waktu lalu pacu jalur meraih juara pada Anugerah Pesona Indonesi (API) dalam kategori pariwisata terpopuler budaya tahun 2018, ...

KABAR TERKINI


bergabung disini
KABAR POPULER
© 2017 SENUJU.COM - ALL RIGHTS RESERVED