Stan Disparporabud Inhil yang tampil unik pada Bazar dan Pameran bersempena MTQ ke-47 Reteh se Kabupaten Inhil, di Lapangan H. Sanusi, Pulaukijang, Kecamatan Reteh.

Stan Disparporabud: Unik, Beratap Nipah Berlampu Strongking

Selasa, 28 Nov 2017 - 09:15:24 WIB
Dibaca 3936 Kali

PENGANTAR 

MTQ ke-47 Reteh se Kabupaten Inderagiri Hilir (Inhil), alhamdulillaah telah usai. Ditutup resmi oleh Gubernur Riau, YB Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman, M.B.A Datuk Seri Setia Amanah Masyarakat Melayu Riau, bersama Bupati Inhil – YB Drs. H. Muhammad Wardan, M.P. Datuk Setia Amanah Marwah Wangsa, Jum’at malam 21 Safar 1439 (10 November) baru berlalu. Namun ada hal yang luput sayang dilupakan.

Catatan ini  kami sajikan berseri supaya ada hal yang tak berlalu begitu saja.  Sepenuhnya kami sajikan untuk Anda pembaca setia Senuju.com semua. Catatan pertamaPerjalanan Tersanggat Antara Sanglar ke Pulaukecil: Terjebak di Gembira, Buntal, Paritcinta, Selasa 25 Safar 1439 (14 November 2017). Catatan kedua, Wah, Tiap Kafilah Didahului Satu Pasukan Drumben. Catatan ketiga,  Kafilah Kecamatan Reteh Yang Berbasahkuyup. Catatan keempatGebrakan Semarak Inhil Segak Bertanjak Melayu. Catatan Kelima,  Penampilan Yang Memukau Pada Malam PembukaanCatatan Keenam  Ada Replika Kapal Layar Berbahan Dasar Unsur Kelapa. Catatan KetujuhCencaluk, dan Makanan Beraneka Sagu di Gerai Mandah. Catatan kelapan: Kembang Loyang, Kuehmueh dan Aneka Penganan Melayu. Kamis, Catatan kesembilan:“Perahu Layar” Tanahmerah, dan Capaian Kafilah MTQ. Selasa, 10 Robi’ul Awwal 1439 (28 November 2017), masih ada yang "tercecer", Catatan kesepuluh: Stan Disparporabud:  Unik, Beratap Nipah Berlampu Strongking.

Selamat membaca, semoga Anda berkenan. 

 

Salaam,

 

Dewan Redaktur

-----------

DISPARPORABUD, Dinas dapat disebut unik. Mengapa begitu …? Empat bidang menyatu menjadi satu, yaitu pariwisata, kepemudaan, olahraga, dan kebudayaan. Kalau hendak disederhanakan, dapat menjadi dua: pariwisata dan kebudayaan, dan pemuda dan olahraga. Apa hendak dikata, itulah kebijakan yang tersebab dek bersebab berbagai hal. Penangulangan  kerja, ada pembidangan dan seksi yang bertugas mengelolanya sesuai tupoksi (tugas pokok, dan fungsi) memasing. Tinggal lagi bagamana bidang dan seksi itu bersama Kepala Dinas (Kadis)  tumpal (fokus) kerja tanpa tumpang-tindih. Boleh jadi pula pariwisata menyatu kegiatannya dengan kepemudaan dan olahraga serta kebudayaan – atau sebaliknya, pada acara (iven) yang sama. (Di tingkat Provinsi Riau, dinas ini terbagi menjadi:Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pemuda dan Olaharaga, dan Dinas Kebudayaan, sic.pen.)

TAMPIL keempat-empat bidang itu, tentulah menjadi ingin kepingin kehendak “tekak” Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Inderagiri (Hilir), Tuan Junaidi Ismail, S.Sos., M.Si, pada Bazar dan Pameran bersempena helat akbar MTQ ke-47 Reteh se Kabupaten Inhil. Namun, ada sisi yang mesti didahulukan (skala prioritas). Singkat waktu yang kurang dari sepekan 15-21 Safar (4-10 November 2017), mestilah harus ada tampak hal yang menarik dan unik pada penglihatan para pengunjung, sehingga mereka tertarik singgah. Tawaran pelawa(r) tanpa koar berteriak, hendaknya menjadi tawaran menawan. 

UNIK, itulah yang pertama terlintas di benak pikiran, Tuan Junaidi. Sisi luaran yang menonjol, harus tampak dari jauh mengajak-menyuruh menghimbau  mempela(r) orang ingin datang. Bagian dalam,  dengan sajian yang membuat betah orang  sudi berlama-lama. Tak sekadar pengenalan hambar, tapi sanggup menularkan kenangan  yang berhujung pada ingatan pengunjung. Bukanlah kerja asal-asalan, tapi meski sederhana mengena di hati.

ATAP NIPAH, beratur disusun miring ke arah depan dan samping melengkapi kuncup gubah putih dari terpal. Terpampang pula di sisi atas atap nipah membatasi gubah putih yang menjulang tinggi itu tulisan: DISPARPORABUD (dengan huruf kapital berwarna merah cerah berlatar biru langit). Posisinya yang tinggi di atas stan, itulah yang pertama yang harus tampak dari kejauhan. Letak strategis Stan Disparporabud Inhil di kanan depan, dan sejajar dengan pintu masuk dari kiri depan peterakna utama – panggung kehormatan, keberuntungan yang dapat dimanfaatkan. Kelangkaan atap nipah yang dah jarang digunakan pada bangunan rumah zaman sekarang, diharap menjadi daya tarik bagi bebudak “zaman now” generasi kini

STRONGKING, tergantung di luar – satu di sisi kiri pintu masuk, dan satu di sisi kanan pintu keluar. Lampu yang pada bahasa temberangnya disebut petromaks(x) - mengikut merek benda hasil kreasi pengembangan Max Graetz berkebangsaan Jerman, dimulai Sabtu 3 Zulqa’dah 1328 (5 November 1910), yang merek dagang  (brand)nya didaftarkan pada milad ke-10, Jum’at 24 Safar 1339 (5 November 1920). Sejak itulah barang ini mulai diproduksi besar-besaran ( massal) beragam bentuk (spesifikasi) dan ukuran, karena barang itu kemajuan baru alat penerangan zaman itu yang amat bermanfaat. Nama petromax  itu singkatan (akronim) petroleum maxe, julukan  Presiden Ehrich dan Graetz perusahaan di Berlin, Jerman yang mengembangkan dan mendesain lampu itu pada permulaannya. Kinen kini lampu berbahan bakar minyak tanah yang ditekan pompaan udara ke atas, diubah menjadi uap untuk memanaskan kaus - yang menyalakannya dipancing dengan spritus -  hingga berpijar bersinar terang – sudah menjadi warisan budaya tak benda yang langka. Fungsinya tergeser oleh lampu penerangan listrik. Kerinduan pada bentuknya, ada pula tiruannya yang tengah atas bagian dalamnya yang tidak lagi kaos tapi bola lampu listrik (bohlam). Tapi yang di stan Disparorabuda Inhil itu, tetaplah bentuk unik aslinya yang antik.


Lampu strongking (petromaks) yang menyala, tergantung di sisi atas pintu masuk stan.

PAYUNG-PANJI putih khas Melayu yang berumbai-umbai, terkembang pula  ditegakkan di kanan dan kiri di samping pintu, berdampingan dengan  payung –panji kebesaran berwarna kuning yang sengaja dikuncupkan. Umbai yang terjuntai ramai pada payung-panji putih itu (boleh jadi) pertanda hormat putih hati mengajak singgah. Kuncup payung-panji kebesaran (boleh jadi pula) perlambang rendah hati dengan merendahkan kebesaran sendiri. Wah, wah, wah …!

DINDING kuning emas terbuat dari tikar yang dibuat dari anyaman daun pandan duri terpasang kemas melingkungi stan, dan tampak jelas dari luar di bagian depan . Dia dihadirkan sebagai dinding tadir, tidak dihamparkan sebagai tikar alas duduk sebagaimana lazimnya. Masa dahulu, pandan duri (yang disebut juga pandansamak atau pandanpudak, yang nama ilmiah latinnya pandanus tectorius)  tak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pembuat tikar, tapi juga untuk bahan pembuat tudung saji, dan berbagai lagi jenis kerajinan tangan. Jenis (varitas) tertentu dipilih karena daunnya yang lembut, dan sesudah direbus dan setelah dijemur menjadi lentur untuk dianyam. Bunga jantannya (pudak) rum dan wangi yang dapat dimanfaatkan pula sebagai pengharum ruangan atau pewangi pakaian. Dipergunakan sebagai tadir di Stan Disparporabud Inhil itu, seperti mencungkil kenangan supaya kini dapat dihadirkan kembali pada kerja-lasak (kreativitas) yang berkualitas.

BAN tanpa benen yang merah cerah, dilekapkan pula di samping dinding atas, berdampingan dengan strongking. Lazimnya, digunakan kapal motor di samping menyamping bagian atas badannya untuk penyangga ketika bertambat di dermaga. Gunanya untuk menghindari kerusakan saat berapit tambat dengan yang kapal motor lainnya. “Kami ‘bertambat’ di sini, tak hendak merusak yang sama ‘bertambat dengan’ kami …!”

PANORAMA keindahan Pantai Solop di kawasan Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, segera sajat tampak menghadang pandangan saat tegak hendak masuk. Destinasi unggulan pariwisata Inhil itu ditampilkan gambarnya terpampang lebar di dinding belakang stan menghadap ke depan. Pasir putih (sirsak)menghampar di bibir pantai. Hutan bakaunya (yang konon terindah sedunia, setidaknya di Indonesia) memukau di sekeliling pulau. Siapa yang tak tergugah datang berkelah (wisata) ke sana. Lagu Pantai Solop – berirama zapin - yang didendangkan YB Tuan H. Muhammad Rusli Zainal mantan Bupati Inhil,  si bungsu putra jati Melayu asal Bolak –Mandah, yang pernah menjadi gubernur Riau dua kali itu, seakan terngiang di telinga:

 

Nuanse alamnye bagai surgawi …

membawe teduh suasane hati ….

Kicauan burung nyanyian sunyi

Pantai Solooop…. rahmat IIaahi …. 

 

Lestarikanlah warisan ini...

Pantai Solooop…

Pantai Solooop...

Pantai Soloop …

Pantai sejati... 

 

MASUK, pengunjung disambut ramah oleh petugas stan penerima tamu, yang dipersilakan mengisi buku pencatat kunjungan. Sebelum melelihat yang dipamerkan, dipelawa(r) pula menyantap berbagai juadah (wadai) yang sengaja disediakan cuma-Cuma (tanpa perlu membayar). Aneka makanan khas Melayu tersedia. Bersama Tuan Junaidi dan saya, Puan Isteri Kapolres Inhil - AKBP Dolifar Manurung, S.IK, M.Si. – Puan Nelly, betah berlama mencoba mencicipi beberapa jenis penganan dan menyantap bersama putranya yang sesaui dengan selera. Tentu menjadi kenangan tersendiri baginya selama mengikut laki bertugas di Inhil. Saya ajak berbual berbahasa Batak, negeri leluhurnya, membuat Puan Nelly (mungkin) kian berkesan.

BERKESAN, Disparporabud Inhil tampil unik beratap nipah, strongking,payung-panji, dinding, ban tanpa benen, panorama Pantai Solop, masuk dihidangkan penganan khas Melayu, mengajak pengunjung menantap dan mengecap masa lalu. Tentu saja ada gugahan: jangan biarkan kekayaan budaya masa lalu itu berlalu, tapi mesti dijaga-pelihara sebagai khazanah daerah yang berharga dan bermutu. Berpadulah di situ antara citra budaya dengan pariwisata, mengajak kita dan pemuda, berolahraga nostalgia dalam kenangan, berolahraga jasmani dan jiwa ke Pantai Solop, dan destinasi wisata yang ada di negeri Bumi Sri Gemilang hamparan kelapa dunia. Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ): Spirit Baru membangun negeri. Jayalah …! In sya’a Allaah. ***    

                                                                                   Selasa , 10 Robi’ul Awwal 1439 (28 November 2017), pukul 07:49

                                                                                                                                                            (Sapar Kalsum Saleh)


tinggalkan komentar
berita terkait
TELUK KUANTAN - SENUJU.COM : Hearing terhadap penguna anggaran Dinas Komunikasi dan informasi (Diskominfo) Kuansing yang dilakukan ketua Komisi C DPRD Kuansing terpaksa di undur ...
SELATPANJANG - SENUJU.COM : Berkat Pembinaan Pemerintah Daerah Kepulauan Meranti terhadap desa-desa yang ada diwilayahnya, serta kerja keras perangkat desa yang didukung oleh masyarakat, mendapatkan penghargaan.Bertempat ...
TELUK KUANTAN - SENUJU.COM : Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kuansing meminta pemerintah daerah, agar dapat menyelesaikan sejumlah persoalan yang dianggap masih terbengkalai di tahun ...
TELUK KUANTAN - SENUJU.COM : Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Drs H Mursini, M Si lakukan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, ...
SELATPANJANG, SENUJU. COM- Kegiatan Deklarasi Damai Pemilu 2019 di Kecamatan Pulau Merbau, berjalan dengan aman dan kondusif, pada Senin (10/9/2018) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.Deklarasi ...

KABAR TERKINI


bergabung disini
KABAR POPULER
© 2017 SENUJU.COM - ALL RIGHTS RESERVED