MUI Riau: Kegiatan Seni, Berkelindan Antara Iman Dengan ‘Amal Ketua Panitia, Tuan Mahyudin (berkopiah hitam) berfoto bersama YB Datuk Seri Tuan Guru (berjas) dan Puan Rachmawati Jamal (disamping Tuan Guru), bersama sebagian peserta perempuan.(Foto: Nuri, Senuju.com)

MUI Riau: Kegiatan Seni, Berkelindan Antara Iman Dengan ‘Amal

Redaksi | Rabu, 22 November 2017 - 14:50:59 WIB
Dibaca: 389 kali 

PEKANBARU, SENUJU.COM - Diingatkan oleh Allaah agar para hamba Allaah yang ber’iman menjadikan dirinya bertaqwa, antara lain dengan mengucapkan kata-kata yang baik, sebagaimana firmannya pada Suroh al-Ahzab ayat 70 (Q.S. 33: 70, red.). Hal ini dinyatakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu (DPH LAM) Riau Provinsi Bidang Agama dan Nilai-nilai Adat (Bid. AgNiA), YB Datuk Seri Tuan Guru H. Drs. Syafruddin Saleh Sai Gergaji MS, saat menyampaikan ulasan akhir Rakorbid dan Pelatihan Nasyid Sholawat, dan Qosidah yang diadakan Komisi Seni Budaya Islaam MUI Provinsi Riau.

Tegas Datuk Seri Tuan Guru Haji pula,  Allaah  pada Suroh al-Syu’aroo’ 224 hingga 227, ayat terakhir suroh itu bahkan mengingat (Q.S. 26: 224-227, red.), atau sastrawan atau seniman jangan menggunakan kata sebagai ekspresi yang mengembara dengan karya dusta dan tercela, tapi harus berkesenian sebagai kebajikan. Dia pun memberikan contoh dan menyanyikan bagaimana mengislamisasikan bait sya’ir lagi yang tak senonoh.

Lantas Tuan Guru menutupnya dengan melantunkan sya’ir berirama selendang delima, yang disambut tepuk gemuruh peserta dan hadirin.

 

dengan hamdalah/ acaghe disudahi

supaye barokah/ dibeghi Ilaahi

berkesenian kite/ jangan menyalahi

Allaah dan RosulNye/ mestilah dipatuhi

 

Pada sesi terakhir, Selasa 3 Robi’ul Awwal 1439 (22 November 2017), Puan Rachmawati Jamal, M.A. menyampaikan paparan dan bimbingan tentang “Nasyid dan Qosidah” yang dipandu Puan Yulia Samridah, S.H. Selain menguraikan dan memberikan contoh, Puan Rachma mengingatkan pula agar sya’ir nasyid, terutama qosidah haruslah bebas dari kata-kata yang tak pantas. Diakuinya, dia kerap mengubah sya’ir lagi-lagi dangdut supaya syar’i.

“Qosidah, selain iramanya riang , sya’irnya  haruslah membendang atau menuntun. Lagunya merdu, sya’irnya bermutu, sehingga menjadi ‘iibaadah,” ucap Puan yang telah merekam bacaan al-Qu’ran dan lagi qosidah.

Sebelum penutupan acara oleh Ketua Badan Pertimbangan MUI Riau, YB Tuan Prof. Dr. H. Mahdini, M.A., diakhir do’a yang dipimpin Datuk Seri Tuan Guaru Haji. Pada sambutan singkat penutupan, senada YB Tuan Mahdini menegaskan, bahwa pada kegiatan seni harus berkelindan antara iimaan dengan ‘amal. Niyatkan karena Allaah, imbuhnya, supaya menjadi ‘amal sholih yang bernilai ‘iibaadah.

Rakorbid dan Pelatihan yang diikuti 40 peserta itu, berlangsung sejak Selasa kemarin. Peserta menerima paparan dan dari Kakanwil Kemenag Riau,  YB Tuan Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, M.A. “Ke-MUI-an” oleh Sekum MUI Riau, Ustadz Zulhusni Domo, S.Ag. “Koordinasi Seni dan Budaya Islaam” oleh Ketua PW Muhammadiyah Riau, Ustadz Dr. H. Saidul Amin, M.A. Bimbingan dan Pelatihan Sholawat oleh Tuan Dr. H. Khairunnas Jamal, M.A., dan Bimbingan dan Pelatihan Nasyid dan Qosidah, oleh kakaknya Puan Rachmawati. (par/nuri)

Teks Foto: Ketua Panitia, Tuan Mahyudin (berkopiah hitam) berfoto bersama YB Datuk Seri Tuan Guru (berjas) dan Puan Rachmawati Jamal (disamping Tuan Guru), bersama sebagian peserta perempuan.(Foto: Nuri, Senuju.com)


Akses Senuju.com Via Mobile m.senuju.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER