Cencaluk, dan Makanan Berbahan Sagu di Gerai Mandah

Hal Yang Luput Sayang Dilupakan dari MTQ ke-47 Reteh se Inhil (Catatan Ketujuh)

Cencaluk, dan Makanan Berbahan Sagu di Gerai Mandah

Redaksi | Selasa, 21 November 2017 - 15:30:14 WIB
Dibaca: 467 kali 

PENGANTAR

MTQ ke-47 Reteh se Kabupaten Inderagiri Hilir (Inhil), alhamdulillaah telah usai. Ditutup resmioleh Gubernur Riau, YB Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman, M.B.A Datuk Seri Setia Amanah Masyarakat Melayu Riau, bersama Bupati Inhil – YB Drs. H. Muhammad Wardan, M.P. Datuk Setia Amanah Marwah Wangsa, Jum’at malam 21 Safar 1439 (10 November) baru berlalu. Namun ada hal yang luput sayang dilupakan.

Catatan ini  kami sajikan berseri supaya ada hal yang tak berlalu begitu saja.  Sepenuhnya kami sajikan untuk Anda pembaca setia Senuju.com  semua. Catatan pertamaPerjalanan Tersanggat Antara Sanglar ke Pulaukecil: Terjebak di Gembira, Buntal, Paritcinta, Selasa 25 Safar 1439 (14 November 2017). Catatan kedua, Wah, Tiap Kafilah Didahului Satu Pasukan Drumben. Catatan ketiga,  Kafilah Kecamatan Reteh Yang Berbasahkuyup. Catatan keempatGebrakan Semarak Inhil Segak Bertanjak Melayu. Catatan Kelima,  Penampilan Yang Memukau Pada Malam PembukaanCatatan Keenam  Ada Replika Kapal Layar Berbahan Dasar Unsur Kelapa. Catatan Ketujuh Selasa 3 Robi’ul Awwal 1439 (20 November 2017) hari ini kami muatkan tentang Cencaluk, dan Makanan Beraneka Sagu di Gerai Mandah.

Selamat membaca, semoga Anda berkenan. 

                                                                                                                                                               Salaam,

                                                                                                                                                                                                                   Dewan Redaktur

------------

Cencaluk, dan Makanan Beraneka Sagu di Gerai Mandah

TAHUKAH pung mike apakah cencaluk …?! Makanan khas puak Melayu di pesisir dan di kawasan kepulauan ini, kini jarang tampak dijual orang. Di Bengkalis, Selatpanjang, serta Bagansiapiapi (Rokan Hilir) – di serantau Riau walau tak sebanyak dahulu, masih ada jugak. Begitu pula di sekawasan Kepulauan Riau. Tetapi, konon, di Negeri Melaka, dan beberapa daerah di Negara jiran Malaysia, kini, peneman makan nasi itu malah populer dan dipasarkan tidak saja di kedai-kedai kampung , namun pun oleh peniaga di pasar besar dalam kemasan botol putih yang menampakkan bentuknya dari luar.

ANDA, para penyuka cencaluk tentu akan bencar airliur, menengguk hendak menikmatinya, meski hanya mendengar orang cuma menyebutnya. Dimasak dengan kucai diberi irisan bawang (bombay) dan lade ghenek (lade kecik si cabai rawit),  ditambah perencah sesuai kehendak, diperaskan limau nipis atau limau kerturi. Boleh juga cencaluk dicampurkan dengan sedikit lada basah (lade idup si cabai merah keriting) dan sehiris dua halia (jahe) yang digoreng  basah dengan telur.   Ah, sungguh akan membangkitkan selera makan bertambuh hingga berpeluh. ‘Alhamdulillah, mak sedapnye…!’. Nah, di gerai bazar stan Kecamatan Mandah, di arena MTQ ke-47 Reteh se Kabupaten Inhil, di Pulaukijang itu, cencaluk yang dikemas dalam botol  berukuran sedang, tampak disusun tegak berjajar.  

Lantas, apa dan bagaimanakah lauk jenis cencaluk itu? Bebudak kinen, seumumnya anak-anak milenial zaman now sekarang banyak yang tau – bahkan barangkali tak pernah melihatnya.

CENCALUK, sejenis lauk yang diolah dengan cara (proses) penapaian (permentasi), yang hampir sama caranya sebagaimana pekasam yang berbahan ikan. Bahan utamanya udang  pepai, udang halus yang disebut  udang geghagau oleh orang Melaka. Membuatnya, mula-mula udang pepai atau udang halus  si geragau yang segar dibersihkan dari kekotoran, kemudian digauli  bercampurkan dengan garam kasar dan sedikit nasi, kadang kala ditambah sedikit (air) dadih tanakan nasi. Setelah ketiga-tiga atau empat bahan menyatu sebati, dimasukkan ke tempayan atau pasu, ditutup dengan kain bersih, untuk diperam atau didiamkan 3-4 hari, barulah siap disantap.  - Ada kelakar: sememanglah engkau budak cencaluk/

(Saya dihadiahi  bini Camat Mandah, Puan Umi Kalsum, sebotol cencaluk disertai senyum khasnya. Sayang, tertinggal di rumah Cik Idah – bini arwah Pakcik Muhammad Sayuthi bin Tuan Guru Syech H. Abdurrahman Ja’bob Inderagiri Reteh Marhum Pasarkembang – juga paman Tuan Muhammad Wardan). Itu, akibat kami bersegulut pulang ke Pekanbaru setelah malam pembukaan).

SAGU mantahbasah dan kering, serta sagu yang dibuat menjadi aneka penganan,  tersedia pula di gerazi bazaar, stan Kecamatan Mandah itu. Ada sagu rendang , sagu lemak gelembung, sagu lemak halus, gulai sagu. sempolet, lakse mantah,  lakse kuah, dan lakse goreng. Lain dari pade itu pulak, ade minyak nio, halwe nio, dodol betik (pepaya, kates), udang kering (ebi), dan kerupuk udang. Istimewanya, pengunjung boleh menikmati sempolet perai atau gratis.   

KHAIRIYAH MANDAH, Gaung Anakserta, dan Gaung, dahulu negeri di Inderagiri yang makanan poknya sagu. Tapi menyantapnya mesti mematuhi takaran, dan tak boleh banyak minum. Kalau tidak, alamatlah badan tergolek kekenyangan karena sagu yang dimakan akan mengembang di lambung hinggak menyesak ke dalam perut. (Abah kami, Allaahyarham H. Muhammad Saleh Lebai [‘Abdul) Karim, pernah pada 1966 hendak dipindahkan ke Mandah sebagai Kepala KUA. Almarhum Datuk kami, tak rela cucunya makan sagu karena bukan kebiasaan, dan meminta Kakandepag Inhil, YB Allaahyarham H. Abdul Kadir MZ membantalkannya. Maka pindahlah Abah ke Pekanbaru, bersama saya yang masih kelas 2 SD).

 

Tak Menggerutu

 

PERINGKAT 8 yang diperoleh pada MTQ ke 47 Reteh se Kabupaten Inhil itu, taklah menyebabkan Camat dan masyarakat menggerutu kecewa. Ada peningkatan dibandingkan MTQ ke-46  Kateman se Inhil tahun lalu, pada peringkat 12 - posisi nomor pincit. Tak sedikit yang memuji Camat Mandah, Tuan Umar Hamdy Hamdan, yang telah berupapaya menggerakkan berbagai pihak untuk ‘mendongkrak’ prestasi. Mereka semua, ikhlash, dan puas

selengkapnya:

HASIL terbilang yang meskipun belum gemilang, diterima penuh syukur bergelimang senang di hati. Selengkapnya perolehan itu: Juara I, tiga (1. tilawah tingkat anak-anak putri,  2. qiro’at murotal tingkat remaja putri, dan 3. qiro’at murotal tingkat dewasa putri); Juara II, satu (qiro’at murotal tingkat remaja putra); Juara III, satu (qiro’at murotal tingkat dewasa putra); Juara Harapan I, satu (tilawah tingkat anak-anak putra); Juara Harapan II, satu (fahmil putri); dan , Juara Harapan III, tiga (1. tartil putra, 2. tilawah tingkat remaja putri, 3. Fahmil putra, dan kaligrafi kontemporer putra). Totalnya, sepuluh. Alhamdulillaah …!

KEBERSAMAAN. Inilah pengakuan Camat Mandah, Tuan Umar Hamdy Hamdan yang cucu kandung dari Tuan Guru Syech H. Abdurrahman Ja’bob Inderagiri Reteh Marhum Pasarkembang sebelah pihak bapaknya, itu. Diapun berucap:

“Terime kasih buat sedaghe maghe masyarakat Mande. Kafilah Kecamatan Mandah telah berupaye sekuat ikhtiya. Kesepakatan kite yang dah sekiantaon untuk tidak menggunekan dan mengambek oghang  daghi Mande  - telebeh lagi daghi lua kabupaten, lah menunjukkan bukti hasilnye.  Kejayean kafilah telah menunjukkan tejadi peningkatanHal yang sangat menggembighekan bagi ghese hati saye, munculnye bibit baghu yang beghasal daghi paghit, kampong, dan dusun di mande. Melalui penyaghingan dan penjaghingan (seleksi) di tingkat Dese  se Kecamatan Mande telah menghasilkan kafilah yang bena-bena tepileh menjadi utusan kecamatan. Tapi, yang tesiseh untuk kite bine pulak untuk mase mendatang kelak.

Alhamdulillah, teghime kaseh kepade kengkawan di Pemeghentahan Dese untuk kegheje-samenye  membine  mude-ghemaje kite. Maghilah semaken kite tingkatkan lagi upaye ke aghah pembinean itu. Di antaghenya melalui Program Maghrib Mengaji. Juge pembinean masyarakat dengan Sholat dan Gerakan Shubuh Berjama’ah menuju Dese Maju Inhil Jaye yang bemarwah bemartabat pade Ridho Allaah Ta’ala. Aamiin Allaahumma aamiin.”

                                                                                             Selasa 3 Robi’iul Awwal 1439 (21 November 2017), pukul 14:23

                                                                                                                                                            (Sapar Kalsum Saleh)


Akses Senuju.com Via Mobile m.senuju.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER