Musibah Kecelakaan Diduga Jadi 'Momen' Pemain Elpiji 3 Kg di Riau Ilustrasi.net

Musibah Kecelakaan Diduga Jadi 'Momen' Pemain Elpiji 3 Kg di Riau

Redaksi | Selasa, 12 September 2017 - 09:06:19 WIB
Dibaca: 127 kali 

PEKANBARU, SENUJU.COM - Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram (Kg) di Provinsi Riau, khususnya Pekanbaru diduga sengaja dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan momentum keterlambatan penyaluran gas akibat adanya kecelakaan truk di lokasi perbaikan Jembatan Semunai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau beberapa waktu lalu.

"Pasokan elpiji sebenarnya sudah memenuhi kouta. Hanya saja kemarin distibusinya dari Dumai ke Pekanbaru terlambat karena ada kecelakaan di Pinggir," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Asril Encik kepada di Pekanbaru, Senin (11/9/2017).

‎Keterlambatan itu, kata Asril, ternyata dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu hingga berlanjut sepekan terakhir ini.

"Karena satu hari terlambat, pengaruhnya berentetan sampai satu mingguan. Setelah ditelusuri dan mendapat laporan dari Disperindag Pekanbaru, persoalannya karena pendistribusian elpiji mengalami kendala di jalan karena ada kecelakaan, yang menyebabkan jalan macet," paparnya.

Selama ini sistem penyaluran elpiji dilakukan melalui tiga tahapan, dari Pertamina ke agen, lalu agen ke pangkalan.

"Kesalahannya dimana, tentu kabupaten dan kota yang paham dengan wilayahnya, karena mereka yang mengeluarkan izin," tandasnya.

Stok gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (Kg) di Riau, khususnya di Pekanbaru sejak beberapa pekan terakhir ini, semakin sulit didapatkan. Bahkan, harganya melambung dari ketetapan HET mencapai Rp25-35ribu per tabungnya.(mc/yan)


Akses Senuju.com Via Mobile m.senuju.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER