Sang Guru 'Heroik' dari Meranti Dipanggil Gubri, Ini Pembahasan Mereka Foto bersama seusai pertemuan

Sang Guru 'Heroik' dari Meranti Dipanggil Gubri, Ini Pembahasan Mereka

Redaksi | Senin, 11 September 2017 - 00:01:08 WIB
Dibaca: 414 kali 

PEKANBARU, SENUJU.COM - Dari 'Tanah Jantan' Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti,  Safrizal, Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Sekar Meranti, Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat, dipanggil Gubernur Riau (Gubri), H Arsyadjuliandi Rachman, Ahad (10/9/2017) siang. 

Pantauan media dilapangan, sebagaimana diketahui cerita pejuang pendidikan yang menggugah hati, orang nomor satu di Riau itu mengundang Safrizal untuk bertemu.  Walaupun saat itu kondisi perut sudah 'mengeloncang' menahan rasa lapar, Gubri langsung mengajak Kepsek SLB Sekar Meranti bersama sejumlah awak media dari Meranti untuk melaksanakan makan siang bersama Kepala Dinas Pendidikan Riau H Rudyanto di rumah dinas Gubri Jalan Diponegoro, Pekanbaru, sekitar pukul 13:00 WIB. Suuasana makan dengan nasi bungkus. 

Selama makan, Gubri yang akrab disapa Andi Rachman itu tiada henti-hentinya memuji perjuangan dan ketulusan hati Safrizal dalam mendidik dan mengajar anak-anak berkebutuhan khusus di Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Tidak hanya mengajar dan mendidik anak penyandang Disabilitas Intelektual itu, yang menjadi perhatian bagi Gubri adalah kisah kepala sekolah itu yang mengantar jemput anak didik mengunakan gerobak kayu dengan jarak tempuh yang mencapai 8 kilometer setiap harinya.

Walau setiap hari membutuhkan tenaga ekstra serta dana bensin motor, kepala sekolah itu tidak pernah berpikir akan merugi dari mengelola SLB itu. Dia harus menyisihkan uang saku dari pengepul karet dan pinang di kampungnya sendiri.

Penghasilannya sisihkan untuk membeli bensin atau untuk memperbaiki motor dan gerobaknya bila kondisi rusak. Begitu juga untuk kebutuhan yayasan yang dia miliki.

Selain menjemput muridnya, setelah jam pulang sekolah pukul 12.00 WIB, kepala sekolah yang hanya tamatan SLTA ini juga harus mengantarkan kembali murid-muridnya ke rumah masing-masing. Waktu yang dibutuhkan untuk mengantar pulang lebih cepat ketimbang saat menjemput.

"Sebenarnya saya ingin sekali ke sekolahnya pak Syafrizal dan bertemu dengan anak-anak didik dan rekan guru sejawat pak Syafrizal lainnya. Tapi belum sempat. Jadi beliau yang saya undang ke sini. Alhamdulillah siang ini kami bisa ketemu," ujar Andi Rachman.

Meskipun demikian, lanjut Andi Rachman, ia sudah berjanji akan segera berkunjung ke SLB Sekar Meranti dan melihat sendiri kondisi di sana.

Menurut Andi, pihaknya berkomitmen membantu perjuangan Syafrizal. Ia sudah memerintahkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk memberi bantuan, agar proses belajar di sana terus berlangsung dan meningkat kualitasnya. Ada bantuan jangka pendek. Ada pula bantuan jangka panjang yang bisa dialokasikan melalui  dana hibah APBD Provinsi Riau 2018 mendatang.

"Saya yakin, jumlah siswanya dari tahun ke tahun akan terus bertambah. Kalau sekarang 29 siswa, besok akan terus meningkat. Makanya kita komit mengusahakan bantuan yang terbaik agar siswa berkebutuhan khusus terus mendapat pendidikan terbaik meski berada di pelosok," ungkapnya.

"Yang kami banggakan dari pak Syafrizal itu adalah kegigihan dan keikhlasannya dalam mendidik anak-anak di pelosok desa sana," tambah Kepala Dinas Pendidikan Riau H Rudyanto.

Selain itu, dari cerita Syafrizal, lanjut Gubernur, banyak potensi yang bisa dikembangkan oleh pihak SLB dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anak didiknya.

Misalnya ada potensi pembuatan garam yang bisa diajarkan kepada siswa berkebutuhan khusus ini. Sehingga ketika tamat sekolah mereka bisa mandiri. Hanya saja, garam tersebut belum bisa diproduksi untuk diperjualbelikan. Pasalnya belum ada uji klinis dan perizinan lainnya.

Untuk itu sample garam yang diproduksi Syafrizal itu diambil langsung oleh Gubri untuk dilakukan uji klinis di laboratorium.

Begitu pula dengan keterampilan dalam pembuatan tikar pandan. Cerita dari Syafrizal, hasil kerajinan ini bisa menembus ekspor ke Malaysia. Masih ada keterampilan lainnya seperti pembuatan tenun dan lain sebagainya.

"Yang jelas berbagai dinas akan saya tugaskan untuk membantu pak Syafrizal dalam menjalankan berbagai program program unggulannya bagi peserta didik," ujar Andi. (***)

 

Laporan: Aldo

Editor: Redaksi


Akses Senuju.com Via Mobile m.senuju.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER