Bahas Konflik Rohingya, FKUB Gelar Rapat Bersama Lintas Agama Riau, Ini Hasil Kesepakatan

Bahas Konflik Rohingya, FKUB Gelar Rapat Bersama Lintas Agama Riau, Ini Hasil Kesepakatan

Redaksi | Rabu, 06 September 2017 - 22:18:13 WIB
Dibaca: 334 kali 

PEKANBARU, SENUJU.COM - Sebagai bentuk keprihatian kepada masyarakat etnis Rohingya Provinsi Rakhine, Myanmar, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau menggelar rapat bersama Organisasi Masyarakat (Ormas) agama di Aula Kemenag Riau, Rabu (06/09/2019).

Rapat yang digelar ini, dipimpin oleh Ketua FKUB Provinsi Riau, Ir H Nasrun Effendi MT mengatakan, pertemuan ini dilaksanakan untuk mendegar dan menyikapi apa yang sedang memanas di Myanmar saat ini.

"Rapat ini kami gelar untuk mendengar masukan dari tokoh agama yang ada di Provinsi Riau," tutur Nasrun.

Setelah dilakukan rapat bersama tokoh agama dari beberapa agama yang ada di Riau, dihasilkanlah beberapa kesepakatan yang disetujui oleh semua Ormas yang hadir. Kesepatan yang disetujui yakni:

1. Bahwa tragedi kejahatan kemanusiaan di Myanmar adalah tindakan genosida/penghapusan etnis yang bertentangan dengan Hak Azazi Manusia (HAM) dan nilai-nilai keagamaan

2. Mengecam dan mengutuk tindakan yang menyebabkan penderitaan bagi masyarakat Rohingnya, yang dilakukan baik oleh satuan keamanan maupun masyarakat sipil Myanmar

3. Mendesak pemerintah RI untuk melakukan tindakan nyata dan segera mencari solusi penyelesaian baik secara diplomasi maupun sosial kemanusian dengan melakukan

a. Penutupan tensi hubungan diplomasi dengan Pemerintah Mnyanmar

b. Menggalang kerjasama internasional maupun regional untuk menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Negara Myanmar

4. Mendesak Badan Pemberi Hadiah Nobel Perdamaian untuk mencabut hadiah nobel yang sudah diberikan kepada Aung San Su Kiy

5. Meminta kepada segenap umat beragama untuk menggalang dana/bantuan kemanusian

6. Menghimbau kepada umat beragama di Indonesia khususnya di Riau agar tidak terprovokasi yang bisa memecah persatuan dan kerukunan

7. Mendesak badan keamanan PBB dan UNHCR untuk menepatkan pasukan penjaga perdamaian di Myanmar serta melakukan penyidikan atas tindakan kejahatan kemanusian dan mengadili ke Mahkamah Internasional

Kesepakatan ini, disetujui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah Riau, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Provinsi Riau, Rawil KWI Provinsi Riau, Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Riau, Majelis Budhayana Indonesia (MBI) Provinsi Riau, Front Pembela Bumi Lancang Kuning, Mathlaul Anwar Provinsi Riau, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Riau, Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Provinnsi Riau, Majelis Dakwah Indonesia (MDI) Provinsi Riau, Paguyuban Pesantren Provinsi Riau, BKGR Provinsi Riau, PGLII Provinsi Riau, PBI Provinsi Riau dan PGPI Provinsi Riau. (Dani)


Akses Senuju.com Via Mobile m.senuju.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER