'Pelalawan Terang', Mimpi Listrik 24 Jam Terwujud Bupati Pelalawan, HM Harris saat meninjau proyek dari bagian 'Pelalawan Terang'.

'Pelalawan Terang', Mimpi Listrik 24 Jam Terwujud

Redaksi | Senin, 29 Mei 2017 - 07:32:26 WIB
Dibaca: 614 kali 

PELALAWAN, SENUJU.COM - Geliat pembangunan terus diperlihatkan Kabupaten Pelalawan. Di bawah nahkoda Bupati HM Harris, Pelalawan menancapkan berbagai program strategis dan perlahan tapi pasti mengoptimalkannya bersama segala potensi yang ada.

Sebut saja seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), optimalisasi pemanfaatan sumber daya ekonomi, meningkatkan daya saing daerah menuju peningkatan daya saing nasional dengan ditetapkan tujuh prioritas pembangunan daerah.

Ketujuh prioritas pembangunan itu antara lain Pelalawan Sehat, Pelalawan Cerdas, Pelalawan Terang, Pelalawan Lancar dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa / Kelurahan (PPIDK), Program Peningkatan Ketahanan Pangan dan Perkebunan dan Pembangunan Kawasan Teknopopark Pelalawan, Mewujudkan visi pembaharuan menuju kemandirian.

Pelalawan Terang merupakan program unggulan ketiga Kabupaten Pelalawan yang telah direalisasikan dan digalakkan dengan fokus meningkatkan elektrifikasi rumah tangga.

Kinerja pemerintah di sektor kelistrikan ini akhirnya membuahkan hasil. Elektrifikasi untuk masyarakat Kabupaten Pelalawan meningkat dengan tajam. 

Dari 21,17 persen pada tahun 2010, naik menjadi 60 persen di tahun 2015 lalu dan dapat dipastikan dengan adanya sumber listrik, aktivitas perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat dapat dipastikan akan meningkat tajam.

Itu sebabnya, segala potensi energi yang ada di Kabupaten Pelalawan dimanfaatkan maksimal guna mengatasi minimnya sumber daya listrik.

Sebelumnya diketahui bahwa pada awal tahun 2013, rasio masyarakat Pelalawan yang mendapat pelayanan listrik dari PT PLN (Persero) baru mencapai 21 persen, padahal Kabupaten Pelalawan adalah salah satu daerah penghasil gas di Provinsi Riau.

Sesuai dengan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Pelalawan yaitu Pelalawan Terang, maka BUMD Tuah Sekata milik Kabupaten Pelalawan bekerjasama dengan Investor Swasta, membentuk perusahaan patungan PT Langgam Power yang bekerja untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).

PT Langgam Power sejak Agustus 2013 untuk Tahap I, sudah beroperasi menghasilkan daya listrik sebesar 15 MW, dengan memanfaatkan 3 MMSCFD natural gas dari EMP Bentu Limited. 

Daya listrik sebesar 15 MW tersebut selanjutnya didistribusikan oleh PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau kepada masyarakat Pelalawan.

Pengoperasian Tahap I PLTMG Langgam Power sudah dapat menaikkan rasio elektrifikasi masyarakat Pelalawan dari 21 persen menjadi 41 persen.

Pembangunan Langgam Power untuk meningkatkan elektrifikasi masyarakat juga mendatangkan pendapatan bagi pemerintah daerah. 

Dimana pengelolaan Langgam Power yang merupakan konsorsium atau gabungan beberapa perusahaan, memasukkan peran Pemda melalui BUMD untuk memiliki investasi saham di dalamnya.

Di akhir tahun lalu, Bupati HM Harris, saat melakukan penambahan daya PLTMG Langgam Power sebesar 35 MW dari daya yang telah didistribusikan kepada masyarakat sebesar 15 MW, menyatakan optimismenya dalam mengatasi krisis listrik yang terjadi.

Pemkab Pelalawan optimis adanya PLTMG Langgam Power ini, krisis listrik dapat diatasi pada tahun 2015 mendatang. Seluruh masyarakat Pelalawan yang ada di 12 kecamatan sudah menikmati penerangan listrik serta bebas dari krisis listrik.

Bupati menargetkan sebelum masa jabatannya habis, bisa menuntaskan krisis penerangan di Pelalawan. Jika memang nantinya target tercapai, maka tentunya akan diprioritaskan untuk masyarakat desa dan kelurahan di Kabupaten Pelalawan.

Dalam pelaksanaannya untuk menjadikan Pelalawan Terang ternyata harus melibatkan sejumlah instansi sebagai pengelolaannya yakni selain dari Distamben selaku SKPD yang menangani pelaksanaan program pemerintah daerah bersama dengan BUMD, ternyata juga menggandeng perusahaan besar PT Navigate dan PT Langgam Power selaku perusahaan yang menangani masalah teknis mesin pembangkitnya.

Selanjutnya, setelah melakukan uji coba dan ternyata berhasil ditambah dengan adanya potensi besar daya listrik yang akan dihasilkan ke depannya, maka Perusahaan Listrik Negara (PLN) milik BUMN yang ada di wilayah Sumbagut ternyata melirik daya listrik yang dihasilkan oleh PLTG Langgam Power saat itu yang tujuannya sangat jelas ingin membeli daya dari pembangkit listrik PLTG Langgam Power guna memenuhi kebutuhan listrik warga di Riau khususnya di Kabupaten Pelalawan selaku daerah penghasil daya.

Dan tidak cukup memakan waktu yang lama untuk merealisasikan Kabupaten Pelalawan Terang benderang. Pemda Pelalawan lewat anggaran APBD-nya melalui Satker masing-masing seperti Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) serta Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) dengan anggaran PPIDK-nya bersama PLN dengan anggarannya secara bersama-sama langsung membangun instalasi di semua rumah warga dan membangun jaringan listrik mulai dari pusat pembangkitnya sampai ke wilayah desa. 

Hasilnya, saat ini bisa dilihat dan dirasakan warga. Kurang dari lima tahun untuk menunggu realisasi Pelalawan Terang bisa terwujud. Mimpi warga bisa merasakan listrik 24 jam pun terwujud dengan biaya yang tidak besar bila dibandingkan dengan penggunaan listrik dari PLTD sebelumnya. 

Adanya Kelebihan energi listrik dari sektor industri, merupakan potensi yang bisa digunakan untuk mengatasi defisit listrik, bahkan nantinya daya tersebut bisa dialirkan ke daerah-daerah lain di Riau, yang dapat memberikan keuntungan tambahan untuk pendapatan Kabupaten Pelalawan.

Hingga di penghujung tahun 2016 lalu, Bappeda Pelalawan merilis rasio elektrifikasi (RE) pemakai listrik di Kabupaten Pelalawan sudah mencapai diangka 74,24 persen, sebelumnya pada tahun 2011 hanya diangka 21 persen. Terjadi kenaikan rasio 10 persen setiap tahun.(adv)


Akses Senuju.com Via Mobile m.senuju.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER