Diduga tak keluarkan CSR, Perkebunan Sawit PT Padasa Enam Utama Dipertanyakan Ilustrasi (net)

Diduga tak keluarkan CSR, Perkebunan Sawit PT Padasa Enam Utama Dipertanyakan

Redaksi | Kamis, 27 April 2017 - 18:38:09 WIB
Dibaca: 717 kali 

KAMPAR - SENUJU.COM : Sejak PT Padasa Enam Utama membuka lahan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, belum sekalipun menyalurkan bantuan Corpoorate Sosial Responcibility (CSR) kepada masyarakat sekitar. Padahal, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Desa Bandur Picak, Tamsil, perkebunan tersebut telah bertahun-tahun ada disekitar wilayahnya bahkan telah sampai pula penanaman kedua alias replanting.

"Paling tidak selama saya menjabat yang sudah selama tiga tahun terakhir ini, belum sekalipun kami menerima bantuan CSR itu. Padahal PT Padasa Enam itu sudah lama berkebun di wilayah Koto Kampar ini," ungkap Tamsil saat dijumpai di ruang kerjanya, Desa Bandur Picak, Rabu (26/4/2017).

Hal ini, tegas Tamsil, jelas melanggar aturan yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya Perda Kabupaten Kampar, Nomor 3 Tahun 2012 terkait Corpoorate Sosial Responcibility (CSR) yang wajib dilaksanakan perusahaan terhadap lingkungan setempat, melalui Program Kegiatan Bina Lingkungan (PKBL).


"Aturannya sudah sangat jelas bahwa perusahaan diwajibkan untuk menyalurkan sebagian keuntungannya bagi CSR tersebut. Selaku Kepala Desa Bandur Picak, saya berharap hendaknya PT Padasa Enam Utama bisa mengikuti peraturan yang telah dituangkan oleh pemerintah sehubung program CSR dan berjalan sebagaimana mestinya," tegas Taslim.

Senada dengan Tamsil, tetangganya Kepala Desa Sibiruang, Rekwenedi, juga menyatakan hal yang sama. Diakuinya bahwa pernah beberapa waktu lalu PT Padasa Enam Utama menyalurkan bantuan sapi sejumlah 4 ekor dan diberikan kepa pihak Kecamatan Koto Kampar.

"Tahun 2015 yang lalu ada bantuansapi 4 ekor. Ini diserahkan oleh Kepala Administratur perusahaan yang bernama Sabar kepada Camat Koto Kampar Hul. Akan tetapi itu di atas namakan untuk satu kecamatan dan yang mengurus atau memelihara sapi tersebut kami pemerintahan desa Sibiruang, itu berupa bantuan apa, CSR atau bantuan lainnya. Ini tidak ada kejelasan," kata Rekwenedi.

Bantuan CSR sendiri, sambung Rekwenedi, jelas aturan hitungannya pada peratuuran yang ada. Hal ini tentu menjadi acuan yang juga patut dipublikasikan sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya.

“Kami harap pihak PT. Padasa bisa terbuka terkait program bantuan, baik CSR atau bantuan lainnya agar dapat di perjelas. Kalau memang bantuan program CSR itu ada, maka selama ini kenapa tidak ada bantuan. Saya mengharapkan kalau program CSR tersebut telah menjadi Perda, ya dijalankanlah sebagaimana kewajiban perusahaan tersebut," kesal Rekwenedi.

Sebagai tambahan informasi, PT Padasa Enam Utama sudah berdiri sejak 1984 lalu. Kawasan perkebunannya tersebar di beberapa wilayah termasuk beberapa desa di Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar. Beberapa diantaranya adalah Desa Bandur Picak, Desa Sibiruang, Desa Gunung Malelo, Tabing dan beberapa desa lain- lainnya.(Adj)


Akses Senuju.com Via Mobile m.senuju.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER