2 Ribu Km Garis Pantai Riau Masih 'Mubazir'

2 Ribu Km Garis Pantai Riau Masih 'Mubazir'

Redaksi | Senin, 27 Februari 2017 - 15:33:10 WIB
Dibaca: 153 kali 

PEKANBARU, SENUJU.COM - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengimbau kepada masyarakat khususnya yang berada di daerah pesisir untuk dapat memanfaatkan potensi kelautan yang ada di daerah itu sebagai upaya meningkatkan pendapatan ekonomi setempat.

"Panjang garis pantai Riau mencapai lebih dari 2.000 KM, dan saat ini yang telah dimanfaatkan hanya sekitar 1 Km saja," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Pekanbaru, Senin (27/2/2017).

Ia menyebutkankan, potensi yang dimanfaatkan itu diantaranya ialah di Indragiri Hilir untuk budidaya tiram, di Rokan Hilir untuk budidaya kerang dan di Meranti untuk budidaya ikan kerapu.

"Dan semua itu, dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat," ucapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk menumbuhkan minatnya dalam mengembangkan potensi perikanan kelautan ini karena dinilai memiliki pasar yang luas dan potensi yang menjanjikan.

"Jika minat masyarakat sudah tumbuh dan serius dalam mengelola perikanan kelautan ini, tentu pemerintah provinsi akan membantu, tetapi dasarnya adalah kemauan masyarakat terlebih dahulu," katanya.

Ia mengatakan bahwa saat ini peningkatan pertumbuhan ekonomi tidak lagi bisa mengandalkan sektor migas maupun perkebunan karena produksi dan harga dari komoditas itu mengalami penurunan.

"Oleh sebab itu, kita harus mampu mencari terobosan baru dan berinovasi, diantaranya dengan upaya pengembangan sektor wisata dan perikanan kelautan," sebutnya.

Namun, lanjutnya, untuk mewujudkan ekonomi yang lebih baik, tentu semua pihak harus turut terlibat untuk bersama-sama membangun sektor-sektor yang memiliki potensi ekonomi.

"Termasuk juga masyarakat, masyarakat sangat diharapkan untuk dapat berpartisipasi aktif dengan mau mengembangkan potensi didaerahnya masing-masing dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota setempat," katanya.(***)


Akses Senuju.com Via Mobile m.senuju.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER