Admin Group Saracen, Harsono divonis 2 tahun 8 bulan penjara di PN Pekanbaru. (Foto: Mawan)

Hakim Vonis Admin Grup Saracen 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Kamis, 11 Jan 2018 - 20:57:00 WIB
Dibaca 348 Kali

PEKANBARU, SENUJU.COM - Admin Group Saracen, Harsono divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru Martin Ginting, selama 2 tahun 8 bulan, dalam kurungan penjara. 

Sebagaimana yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Sukatmini usai persidangan, Kamis (11/1/2018) sore usai persidangan.

"Ya benar, admin group Saracen, udah divonis selama 2 tahun 8 bulan (penjara, red)," katanya.

Sukatmini menyebutkan majelis hakim menilai bahwa Harsono telah terbukti melanggar Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. "Dia dikenakan pasal pertama yang Pasal 45," sebutnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Harsono sendiri telah menjalani sidang perdana pada Senin (6/11/2017) lalu. Dalam dakwaannya, dua orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni M Yusuf dan Sukatmini menyebutkan bahwa terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarluaskan informasi mengenai Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

"Bahwa terdakwa Harsono pada Bulan April 2015 sampai Agustus 2015 di suatu tempat di rumahnya Jalan Bawal, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, atau di suatu tempat yang di wilayah hukum Pengadilan Negeri Pekanbaru dengan sengaja dan tanpa hak telah menyebarkan informasi berbau SARA," pungkas Jaksa saat itu.

Pada Bulan April hingga Agustus 2015, Harsono membuat sebuah postingan di akun Facebook miliknya dengan user name 'Harsono Abdullah'.

Dalam postingannya itu, Harsono memposting gambar Presiden Joko Widodo dan mengajak seluruh organisasi mahasiswa untuk bergabung dalam aksi serentak pada 20 Mei dengan agenda penurunan Jokowi sebagai presiden.

"Bahwa terdakwa dengan sengaja menunjukkan rasa kebenciannya berdasarkan diskriminasi. Menyebarluaskan di tempat umum yang dapat dilihat oleh orang umum," katanya.

Atas perbuatannya tersebut, Harsono didakwa dengan Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat (2)  Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE atau  Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 UU RI Nomor 20 Tahun 2008 tentang Deskriminasi jo Pasal 156 KUHP dan Pasal 207 KUHP.

Di depan Majelis Hakim, terdakwa yang ditangkap di rumahnya pada tanggal 30 Agustus 2017 lalu mengakui perbuatannya tersebut.


Reporter : Dermawansyah
Editor : Ryan




TAG :
tinggalkan komentar
berita terkait
INHIL, Senuju.com - Kasus penyerobotan lahan yang dilakukan perusahaan raksasa PT Tabung Haji Indo Plantation (PT. THIP) terbukti serobot lahan petani Desa Tanjung Simpang, Kecamatan ...
INHIIL, Senuju.com - Keberhasilan kembali dituai oleh Tim Sat Res Narkoba Polres Inhil dalam mengungkap peredaran narkotika diwilayah Hukum Indragiri Hilir. Pasalnya pada Rabu sore (28/11/2018) ...
TELUK KUANTAN - SENUJU.COM : Polres Kuansing melakukan rekontruksi pencurian kekerasan yang berakhir dengan pembunuhan terhadap Fariz di Mapolres Kuansing, Senin (26/11/2018) pagi. Rekontruksi dengan ...
INHIL, Senuju.com - Sat Res Narkoba Polres Indragiri Hilir tak pernah berhenti berperang melawan peredaran narkotika di Negeri Hamparan Kelapa Dunia.Kali ini sekira pukul 07.05, Satuan ...
PEKANBARU - SENUJU.COM :  Sampai saat ini, Polda Riau masih menindak lanjuti kasus dugaan penipuan dan penggelapan hasil pamen petani sawit di Kabupaten Rokan Hulu, ...

KABAR TERKINI


bergabung disini
KABAR POPULER
© 2017 SENUJU.COM - ALL RIGHTS RESERVED