Tujuh Warga Bengkalis Meninggal Akibat HIV/AIDS

Kamis, 28 Des 2017 - 13:00:17 WIB
Dibaca 392 Kali

BENGKALIS, SENUJU.COM - Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, mencatat ada sebanyak tujuh orang warga Bengkalis yang meninggal dunia akibat HIV/AIDS selama tahun 2017.

Sekretaris KPA Kabupaten Bengkalis Ismail Mahyudin menyebutkan bahwa, angka kematian akibat HIV/AIDS itu berdasar data yang didapat pihaknya dari sejumlah sumber.

"Khusus tahun 2017 ini, ada tujuh orang meninggal, Bengkalis satu orang dan Mandau enam orang, seluruhnya laki-laki," kata Ismail Mahyudin.

Dia mengatakan, kasus HIV/AIDS di daerah itu cenderung meningkat.

"Penyakit ini, seperti fenomena gunung es, 100 orang misalnya yang tidak terdata, menyebar ke orang yang tidak kita ketahui, terlebih lagi penderita tertutup tidak mau berkonsultasi," katanya.

Guna menekan angka HIV/AIDS terus meningkat, KPA berencana akan gencar melakukan sosialisasi tahun 2018 mendatang.

Selain itu, KPA juga akan membentuk relawan di setiap desa untuk menekan angka penderita HIV ini.

Dia menjelaskan, tercatat penderita disetiap kecamatan diantaranya Kecamatan Mandau yang penderitanha terbanyak dari kecamatan lainnya yakni 27 orang, Kecamatan Pinggir 9 orang, Rupat Utara 8 orang, Bengkalis 6 orang, Rupat 4 orang dan sumber lain 7 orang. Sementara tiga kecamatan lain Bantan, Bukit Batu dan Siak Kecil nihil. 

"Jumlah kasus HIV dan Aids itu dari tahun 2010 sampai 2017 tercatat 470 orang, 57 diantaranya meninggal dunia," katanya.(ant)

Tujuh Warga Bengkalis Meninggal Akibat HIV/AIDS


BENGKALIS, SENUJU.COM - Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, mencatat ada sebanyak tujuh orang warga Bengkalis yang meninggal dunia akibat HIV/AIDS selama tahun 2017.

Sekretaris KPA Kabupaten Bengkalis Ismail Mahyudin menyebutkan bahwa, angka kematian akibat HIV/AIDS itu berdasar data yang didapat pihaknya dari sejumlah sumber.

"Khusus tahun 2017 ini, ada tujuh orang meninggal, Bengkalis satu orang dan Mandau enam orang, seluruhnya laki-laki," kata Ismail Mahyudin.

Dia mengatakan, kasus HIV/AIDS di daerah itu cenderung meningkat.

"Penyakit ini, seperti fenomena gunung es, 100 orang misalnya yang tidak terdata, menyebar ke orang yang tidak kita ketahui, terlebih lagi penderita tertutup tidak mau berkonsultasi," katanya.

Guna menekan angka HIV/AIDS terus meningkat, KPA berencana akan gencar melakukan sosialisasi tahun 2018 mendatang.

Selain itu, KPA juga akan membentuk relawan di setiap desa untuk menekan angka penderita HIV ini.

Dia menjelaskan, tercatat penderita disetiap kecamatan diantaranya Kecamatan Mandau yang penderitanha terbanyak dari kecamatan lainnya yakni 27 orang, Kecamatan Pinggir 9 orang, Rupat Utara 8 orang, Bengkalis 6 orang, Rupat 4 orang dan sumber lain 7 orang. Sementara tiga kecamatan lain Bantan, Bukit Batu dan Siak Kecil nihil. 

"Jumlah kasus HIV dan Aids itu dari tahun 2010 sampai 2017 tercatat 470 orang, 57 diantaranya meninggal dunia," katanya.(ant)


Editor: Ryan


tinggalkan komentar
berita terkait
PEKANBARU, SENUJU.COM- Sebanyak 6,8 Ton komoditas bahan asal hewan dan tumbuhan, dimusnahkan Balai Karantina Pertanian Klas l Pekanbaru, Senin (10/9/2018) sore.Pemusnahan tersebut dilakukan karena, bahan ...
KEMPAS, INHIL - SENUJU.COM : Ketakutan karena tak mempunyai data administratif, seorang warga Belilas, Indragiri Hulu (Inhu), nekad melahirkan di depan teras warga Kempas, Inhil, ...
KEMPAS, INHIL - SENUJU.COM : Dalam rangka memperingati HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke 67, bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Kempas, IBI Sekretariat Inhil Ranting Kempas ...
PEKANBARU, SENUJU.COM-Hasil kajian Majlis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan vaksin Measles Rubella (MR) positif mengandung unsur babi dan human deploid. Hasil kajian ini semakin membuat masyarakat ...
SELATPANJANG, SENUJU. COM-Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, menyikapi serius isu vaksin Measies Rubella (MR) yang disebut sebut belum mengantongi Sertifikat Halal dari MUI, ...

KABAR TERKINI


bergabung disini
KABAR POPULER
© 2017 SENUJU.COM - ALL RIGHTS RESERVED