Tentang Kami


Silsilah Senuju


Oleh : Taufik Hidayat


Seminggu sebelum terbitnya Senuju.com, temanku Safari Ar Riziq Sei Gergaji mengajak bertemu di sebuah cafe di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru. Teh telor menghiasi pembicaraan kami pada malam itu dan aku masih ingat saat itu selain kami berdua ada Dedi Rongat, Amril Jambak dan dua orang teman lainnya. Maaf aku lupa namanya, yang ikut nongkrong.
 
"Bang, aku mau buat media online. Maaf, nantinya saya beri nama Senuju," kata Safari Ar Riziq.
 
"Saya minta izin sama abang dulu, sebelum online Senuju itu terbit. Sebab, kata senuju melekat pada diri abang," sambung Riziq.
 
Aku tersenyum dan menjawabnya, "Silakan saja. Tak ada masalah, sebaliknya aku malah merasa ini sebuah penghormatan tersendiri bagi aku,".


Syahdan, ketika aku menjadi Pemimpin Redaksi (Pemred), harian pagi Meranti Ekspres, ada kolom sendiri untuk aku berekspresi. Kolom itu diberi nama Senuju dan disinilah aku melampiaskan pola pikir aku dengan sajian santai dan lucu. Sehingga tokoh Wak Buntal dan cucunya Atan Lasak dalam setiap tulisan membuat otak pembaca lekat dengan kata Senuju Atan Lasak.


"Apa arti senuju tu, bang?" tanya Riziq.
 
Aku pun menjelaskannya dengan versi aku. Secara harfiah Senuju adalah sebuah senjata andalan dan tiada duanya. Misalnya, jika kita main guli alias kelereng, ada sebuah kelereng yang menjadi pilihan dan jika kita menggunakannya, memangkah alias melempar, kita selalu menang. "Ucak namanya tu kalau orang Pekanbaru bilang, bang," kata Riziq. 


"Betul," jawab aku. 


Kata senuju, kata arkais yang sudah jarang digunakan masyarakat. Kata senuju ini biasanya digunakan masyarakat Melayu yang berada di pesisir dan senuju ini ada tingkatannya. Jika senuju itu sudah tidak terkalahkan maka di depan kata senuju tersebut ditambah dengan kata cene. Sedangkan masyarakat Melayu yang berada di daratan, misalnya Indragiri, tidak menyebutnya senuju tapi undes. Meskipun namanya beda, namun arti dan tujuannya sama. Hanya penamaannya saja yang berbeda.


Kata senuju, jelas seniman dan budayawan Riau, Syafruddin Saleh Sei Gergaji adalah kata benda. Jika dihilangkan awalan se atau menjadi tuju, maka dia menjadi kata kerja. Tuju dalam dunia hitam bisa disamakan dengan santet. Sedangkan tuju dalam kata kerja lainnya, bisa diartikan mendatangi seseorang atau suatu tempat.


"Satu kata tuju mempunyai arti yang berbeda dan biasanya tergantung pada kalimat. Begitu juga kata bisa yang mempunyai berbagai arti," jelas Sang Buya. 


Sedangkan Senuju.com, bagi Riziq dia ingin menjadikannya sebagai portal berita andalan, terkhusus bagi masyarakat Riau. Senuju.com juga diimpikan Riziq, menjadi salah satu media online tampil beda dengan nafas kemelayuannya.


Maka pada tanggal 1 Agustus 2016 lalu, setelah melakukan diskusi cukup intens bersama salah satu sahabatnya Ryan Yutri Varios yang kini menjadi Pimpinan Redaksi, lahir dan terbitlah untuk pertama kali Portal Berita Senuju.com. Tanggal 1 dipilih karena Senuju hanya ada satu dan dialah andalan. Sedangkan Agustus adalah bulan kemenenangan bangsa ini sehingga lepas dari penjajahan.


"Satu kemenangan, dan satu online andalan," kata Riziq.


Nampaknya, berkat nawaitu ingin maju, Ryan yang dipercayai sang Pimpinan Umum, Riziq, sebagai Pemred, memang membawa warna baru dalam dunia jasa informasi alam maya. Ryan yang jeli memandang sebuah berita dengan judul terkadang membuat muka pengunjung Senuju.com mencemik alias berkerut, membawa media dengan motto "Kanal Informasi Andalan" ini, cukup diperbincangkan di Riau saat ini.


"Kami ingin menjadi nomor satu. Saat ini kami tak henti terus berupaya berbenah diri dalam upaya memuaskan dan melayani pembaca kami. Melengkapi SDM reporter hingga ke seluruh daerah termasuk juga terus intens berdiskusi dengan para sepuh. Seperti Hermanto Ansam pemilik Goriau.com yang saat ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Bumi Lancang Kuning," kata Ryan.(***)



KABAR TERKINI

bergabung disini
KABAR POPULER